Tips Manjur Masuk FKUI a la BIAWAK
November 8th, 2008
Tidak bisa dipungkiri bahwasanya, di manapun kita menengokkan kepala kita, misalnya di sebuah blog yang dibuat oleh mahasiswa FKUI… atau bahkan account Facebook atau Friendster atau MySpace atau apa sajalah dari seorang mahasiswa FKUI, ada saja komentar njeplak dari orang tak dikenal mengenai bagaimana cara bisa masuk FKUI1. Pertanyaan umum yang seringkali muncul dari insan-insan manusia, yang entah merasa kagum karena kenalannya akan segera mendapatkan gelar dokter, atau mungkin juga gelisah karena gagal masuk hingga akhirnya berusaha mencari celah untuk sekedar menyindir.

Mahasiswa baru FKUI angkatan 2006
di RS Kusta Sitanala Tangerang
Akan sangat menggembirakan bila yang bertanya itu anak-anak SMA yang apabila email-nya dilacak balik ke Friendster atau Facebook, ternyata adalah seorang gadis muda yang memiliki sosok imut, montok dan cantik rupawan. Lebih diutamakan jika orang tersebut menyertakan beberapa buah foto dirinya mengenakan seragam SMA masa kini, lengkap dengan kemeja ketat dan rok abu-abu di atas lutut. Lain halnya bila yang bertanya seorang bocah cowok gendut dengan wajah yang familiar dengan karakter dari dongeng JRR Tolkien, tentunya pembaca akan sangat merasa berdosa bila tidak menghapus komentar yang masuk itu.
Tetapi pada umumnya, pertanyaan sepele dan diduga basa-basi tersebut sesungguhnya bisa membuat mekanisme pemberian komentar sebuah post di blog atau Friendster atau Facebook dan sebagainya menjadi tidak efektif, terganggu, tidak sesuai topik dan cenderung menyebalkan.
Untuk itu, percayakanlah kepada kami BIAWAK, yang merupakan mahasiswa FKUI angkatan 2002, yang notabene sudah banyak makan asam garam kehidupan di kampus tercinta ini, untuk merangkum semua pertanyaan seputar bagaimana cara masuk FKUI dan kami akan berusaha menjawabnya sebisa dan selengkap mungkin.
Semoga tulisan ini manjur bagi pembaca peminat FKUI agar dapat masuk FKUI, tanpa harus REG(spasi)MANJUR segala. Tulisan kali ini sangat amat panjang sekali terbagi atas 6 poin, mengalahkan selebaran atau pamflet manapun yang dikeluarkan UI maupun FKUI.. bahkan semua tulisan BIAWAK sebelumnya, karena tulisan ini benar-benar ditujukan kepada pembaca yang benar-benar ingin masuk FKUI. Tulisan ini juga bertujuan untuk mengurangi komentar mengganggu tersebut di blog ataupun account Friendster para sejawat di manapun Anda berada.
Tips.. Menjaga hubungan dalam dunia kedokteran..
October 30th, 2008
Sebelum dimulai klik dimari dulu yah dan biarkan berjalan di windows atawa tab lainnya hohohoho^^
Ehem2,,
Sudah sekian lamanya penulis absen untuk berbagi tulisan. Jadi kita mulai sekarang dari yang ringan saja dulu. Yah, seperti anda, saya dan kita semua manusia haus akan yang namanya “INTIMACY” (terserah anda mengartikannya bagaimana). Kita butuh untuk mengasihi dan untuk dikasihi pula. Ini hanya merupakan sedikit berbagi dari pengalaman saya baik itu saya alami sendiri dan rangkuman dari hal – hal yang diceritakan kepada saya. Setelah ditilik dan ditelaah secara jujur dan terbuka, banyak dari mahasiswa/i dari kampus kedokteran itu mempunyai dengan masalah dengan kisah cintanya. Bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak mempunyai kisah cinta. Yah, kalau ditanyakan alasannya apa semua orang bisa saja berkilah atau bahkan mengarang cerita cintanya sendiri. Penulis disini bukan menghakimi bahkan menghukum orang tersebut. Penulis juga tidak akan mengutuk orang - orang yang kebetulan saja diberikan sang pencipta sedikit kelebihan, sebut saja para pria/wanita yang terlihat rupawan. (Jujur saja sang penulis juga diberi sedikit kelebihan oleh sang pencipta pada badannya heuaheuaheuhauehau^^). Karena penulis ini merupakan “cavalheiro toelend tjampoeran djawa en Soenda” (Gak ada hubungannya sie..) sehingga kemungkinan banyak pengalaman yang dibagi merupakan dari satu sudut pandang. Ini merupakan sedikit tips agar para mahasiswa/i bisa mengenali dan mungkin bisa mempraktekkan dengan yang namanya “Healthy Relationship” (hehehehe^^).
Dampak Blogging bagi Mahasiswa FKUI: Fenomena yang Patut Dimoderasi
October 21st, 2008
Terbersitlah penulis untuk melancarkan artikel darurat ini dikarenakan hebohnya media internet, terkhusus penggunaan blog, sebagai instrumen perang argumen dan pembunuhan karakter yang terjadi di civitas academica FKUI baru-baru ini. Mengenai detil kasusnya, penulis tidak akan menjabarkan secara luas di sini ataupun di mana-mana, karena detil kasusnya tidak penting.
Nampaknya hal ini terjadi beriringan dengan meningkatnya apresiasi mahasiswa FKUI terhadap teknologi internet serta perkembangan konektivitas internet yang semakin murah dan mudah di Indonesia. Dan bentuk apresiasi itu tidak sekadar berbasa-basi ria dalam bentuk spam di bagian comment Friendster atau mengirim forward-an email ke mailing list himpunan mahasiswa.

Para mahasiswa FKUI yang tadinya tidak identik dengan mahir berkomputer, apalagi ber-internet, sekarang sudah memiliki kulikan baru, yaitu dunia blogging. Tercakup di dalamnya menulis, mengomentari dan menyebar luaskan isi dari tulisan di dalam suatu blog. Dan hal ini dalam satu sisi menjadi masalah.
No Free Sex instead of Safe Sex
October 8th, 2008
Hubungan intim atau disebut juga seks untuk tujuan berkembang biak merupakan salah satu ciri mahluk hidup dalam mempertahankan jenisnya. Walaupun hal ini, nyatanya, tidak selalu berlaku karena terdapat fenomena homoseksual yang menyebabkan adanya hubungan seksual antara pasangan sejenis yang tentu saja tidak dapat menyebabkan terjadinya kehamilan.
Bagi umat manusia sendiri, seks dapat berarti macam-macam. Seks dapat berarti ritual bagi seseorang, sekaligus dapat menjadi dosa bagi seseorang apabila tidak dijalankan sesuai perintah agama yang dianutnya. Seks juga dapat berarti hiburan dalam memenuhi hawa nafsu dan kepenatan jiwa, sekaligus bencana apabila terjadi kehamilan yang tidak diinginkan oleh sepasang intim ataupun apabila timbul penyakit yang mematikan akibat seks.
Pada kesempatan kali ini, penulis mengajak pembaca untuk merenungkan kembali bahwa seks dalam satu sisi benar adanya, merupakan masalah individu maupun masyarakat. Seks memang merupakan salah satu kebutuhan mahluk hidup seperti telah diutarakan sebelumnya, tetapi seks belakangan ini telah dijadikan komoditas bisnis yang sangat menggiurkan dan pasti prospektif.

Seks sebagai komoditas bisnis tidaklah semata-mata terjadi dalam dunia prostitusi dan pornografi. Salah satu bentuk komoditas bisnis yang mengganggu pikiran penulis dan akan dibahas kali ini adalah seks sebagai wacana, sebagai mata uang, yang cukup menjual dalam bisnis alat kontrasepsi.
Pertanyaan yang Lazim Dilontarkan kepada Mahasiswa Kedokteran
October 7th, 2008
Enam tahun sudah BIAWAK berkuliah bersama-sama di FKUI. Selama itu pula banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada penulis, dan kepada semua mahasiswa kedokteran secara umum, dari orang-orang yang mungkin maksudnya basa-basi untuk membuka pembicaraan atau memang sebagai pertanyaan serius.

Mahasiswa Kedokteran (sumber: mekidian.com)
Pertanyaan seputar perkuliahan kedokteran ini dapat saja dilontarkan dari sanak saudara, teman-teman yang tidak berkuliah di fakultas kedokteran atau total stranger yang mengajak pembaca untuk ngobrol. Biasanya semua pertanyaan dan dialog ini diawali dengan pertanyaan, “Mbak/mas ini kuliah di mana ya?” dan setelah itu serentetan pertanyaan klise pun mulai digulirkan.
Para tulisan kali ini, penulis merangkum 10 pertanyaan yang pernah dilontarkan, paling tidak, kepada penulis dan berusaha memberikan penjelasan jawaban yang lazim.
Demikian diharapkan kepada para pembaca kaum sipil (nonfakultas kedokteran) dapat menemukan jawabannya dalam tulisan ini sehingga untuk kesempatan tatap muka berikutnya dengan seorang mahasiswa kedokteran, tidak perlulah lagi basa-basi dengan bertanya mengenai kehidupan kami sebagai mahasiswa kedokteran yang penuh kesibukan, romantika dan misteri ini.
Universal Precautions dalam Kehidupan Sehari-hari
October 6th, 2008
Sebagai insan yang berurusan dengan fasilitas kesehatan (dan pembaca awam secara umumnya), sudah selayaknya kita untuk melakukan pencegahan penyebaran penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai pajanan/kontak langsung dengan pasien dan cairan-cairan dari tubuh pasien/orang lain.
Kuman-kuman yang telah menempel di tubuh kita itu memang belum tentu menyebabkan penyakit bagi kita tapi akan sangat disayangkan bila karena kelalaian kita dalam menjaga kebersihan malah menjadi penyakit bagi orang lain.
Trauma Center: Under the Knife 2 (Nintendo DS)
October 5th, 2008
It’s Eid Mubarak holiday, and finally BIAWAK has made it to finish up the latest installment of Trauma Center series, Trauma Center: Under the Knife 2 for Nintendo DS published by Atlus, and report it to you right here on FKUI02.net’s BIAWAK!

Blog Nyeleneh Mahasiswa FKUI
August 4th, 2008
BIAWAK kini kembali lagi untuk melaporkan pengamatan selama penulis menelusuri dunia maya dan meraba-raba berbagai blog yang membahas dunia mahasiswa kedokteran khususnya FKUI.
Pada prinsipnya, kedua blog ini disusun untuk mengemukakan kepada dunia betapa kehidupan sebagai mahasiswa FKUI memiliki keunikan tertentu, baik itu dari segi materi perkuliahan, situasi perkuliahan dan dinamika sosial dalam lingkungan kampusnya.
BIAWAK (Varanus sp) sebagai Obat…?
June 13th, 2008
BIAWAK dikejutkan malam ini ketika sedang mengadakan olah kata kunci (keywords) dari search-engine yang merujuk kepada website BIAWAK ini.
Salah satunya yang menarik perhatian adalah keywords “pemanfaatan biawak dalam pengobatan”
LifeSigns: Surgical Unit (Nintendo DS)
June 8th, 2008

(Picture hosted by Jogaste.br)
Published by DreamCatcher Games, LifeSigns: Surgical Unit (Nintendo DS) gives you a story about young surgical intern Tendo Dokuta on Seimei Medical University Hospital as he deal with mostly surgical cases along with his colleagues. The main gameplay quickly reminds you to the similar 2005 release game of Trauma Center: Under the Knife (Nintendo DS), in which you would use the stylus to perform the operation procedures. You would also involved in many conversations, which remind you to Phoenix Wright series (Nintendo GBA & DS).